.

Assalamualaikum Warahmatullahi
Google

Web Images Local

Wednesday, July 21, 2010

Kutai Kartanegara

Kedaton Kutai Kartanegara


Seri paduka yang maha mulia itu putra almarhum y.m. Adji Mohamad Alimoeddin, Sultan kerajaan Kutai yang mulai memerintah dalam tahun 1900. Beliau lahir pada 5 Jumadil'akhir 1313 bersama dengan tahun Masehi 1896. Dari kecil beliau dididik oleh nininda beliau almarhum y.m.m. Adji Mohamad Soelaiman, Sultan Kutai. Beliau masuk sekolah Belanda di Samarinda tahun 1905. Tahun 1909 beliau mendapat gelar Adji Endje Renik. Tahun itu jugalah beliau masuk sekolah Instituut Bos di Betawi. Tahun 1910 wafatlah ayahanda beliau, tetapi oleh karena umur beliau ketika itu belum sampai, maka Pemerintahan Kutai terserah kepada yang mulia Pangeran Mangku Negoro. Tahun 1911 beliau menempuh ujian P.H.S. Dua Tahun sesudah itu beliau pindah ke sekolah Osvia di Serang. Pada tahun 1917 beliau kembali ke Kutai, sebab y.m. Pangeran Mangku Negoro hendak mendidik beliau untuk memegang pemerintahan dan untuk mengenali adat lembaga negeri. Tahun 1918 beliau diberi gelar Pangeran Adipati Praboe Anoem Soeria Adi Ningrat. Tanggal 14 Nopember 1920 beliau dinobatkan menjadi raja Kutai Kartanegara. Untuk melanjutkan pengetahuan dan meluaskan pemandangan bertolaklah beliau dalam tahun 1928 dengan permaisuri beliau ke negeri Belanda. Ketika itulah kepada beliau dihadiahkan derajat Officier der Orde van Oranje Nassau.



Y.m.m. Sultan Adji Mohamad Parikesit dibantu oleh tiga orang menteri yang memegang Pemerintahan negeri. Adapun seluruh daerah kerajaan Kutai itu terbagi atas tiga onderafdeling, yaitu Kutai Barat, Kutai Timur dan Balikpapan. Ibu negeri yang pertama ialah Tenggarong, yang kedua Samarinda dan yang ketiga Balikpapan. Ketiga onderafdeling itusama sekali terbagi pula atas 17 buah district. Menurut cacah jiwa tahun 1934 banyaknya penduduk kerajaan Kutai 106.559 jiwa, kecuali orang yang bekerja pada Maatschappij. Selama Sultan Kutai yang sekarang memerintah, banyak benar berubah susunan Pemerintahan, sehingga sekarang ini tiada banyak lagi bedanya dengan susunan Pemerintahan Daerah Goebernemen. Dalam tahun 1931 telah diadakan sebuah persidangan yang bernama Hoofdenvergadering. Sekalian para kepala onderafdeling, district dan onderdistrict yang diundang untuk menghadiri rapat itu akan membicarakan soal-soal yang penting. Yang memimpin rapat itu y.m.m. Sultan Kutai dengan Asisten-Residen. Rapat itu diadakan 4 bulan sekali. Untuk mengadakan rapat itu telah didirikan sebuah gedung yang besar dengan perabot yang modern. Disana pulalah y.m. Sultan bekerja. Mulai tahun 1926 diadakan dua macam pengadilan: Kerapatan Besar dan Kerapatan Kecil. Kerapatan Besar terdapat di Tenggarong dan Kerapatan Kecil ada di tiap-tiap district dan onderdistrict.



Kira-kira 84.000 rakyat Kutai memeluk agama Islam. Dahulu segala urusan yang berhubungan dengan agama Islam langsung kepada Sultan, tetapi sejak tahun 1924 telah dibangunkan sebuah badan yang bernama Mahkamah Agama Islam Kerajaan Kutai, dipimpin oleh Alhadji Amir Hasannoeddin Seri Pangeran Sosro Negoro, dibantu oleh juru tulis dan hoofd-penghulu, ulama-ulama dan sebagainya. Selain daripada mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan agama, badan itu memberi nasihat kepada Sultan tentang maksud pendirian perhimpunan, sekolah agama, mesjid dan lain-lain. Segala mesjid di seluruh Kutai, khotbahnya harus dibenarkan dahulu oleh Mahkamah itu dan mesti memuji Sultan Kutai dengan keturunannya. Yang penting selama Pemerintahan y.m.m. Sultan Adji Mohamad Parikesit ialah pendirian mesjid Balikpapan atas pimpiman Sajid Gasim dibantu oleh M. Tewet gelar Mas Djaja Prawira yang sekarang menjadi districtshoofd ter beschikking pada kantor y.m.m. Sultan Kutai. Mesjid Tenggarong yang termasyur di seluruh Kalimantan diperbaharui. Besar mesjid itu 950 m2 dan ongkos pembaharuan itu banyaknya f 30.000.-.


Tentang pendidikan pun kelihatan Pemerintahan y.m.m. Sultan Parikesit meninggalkan bekas. HIS sekarang ada di Tenggarong. Di Balikpapan, Samarinda dan Louise (B.P.M.) ada Europeesche Lagere School. Selain daripada itu terdapat juga sekolah kelas II dan 43 buah sekolah desa. Pemuda-pemuda Kutai sekarang ini telah banyak meneruskan pelajarannya pada Mulo, A.M.S., H.B.S., Cultuurschool dan Osvia diluar Borneo.



Soal kesehatan rakyat mendapat minat sepenuh-penuhnya. Dalam tahun 1918 hanya ada sebuah rumah sakit kerajaan Kutai, yaitu di Tenggarong. Rumah sakit yang sebuah itu pun kurang terpelihara, oleh karena sulit untuk mencari dokternya, sebab dokter yang bekerja disana gajinya tidak dihitung dalam jabatan Pemerintah. Hal itu sekarang telah berubah dan selain daripada itu telah didirikan pula 2 buah rumah sakit baru di Balikpapan dan Samarinda, sedangkan rumah sakit di Tenggarong diperbaiki dan diberinama "A.M. Parikesit Hospitaal". Untuk ketiga-tiganya itu dikeluarkan ongkos lebih dari 150.000 rupiah. Di Long Iram ditempatkan dokter untuk daerah hulu Mahakam. Bangsa Dayak pun rupanya sekarang telah sadar akan baiknya pengobatan cara barat, ialah oleh karena tiada putus-putusnya didaya upayakan supaya mereka mengerti akan hal itu. Penyakit cacar telah dapat ditindis. Hampir di tiap district sekarang ini ditempati seorang menteri dan diadakan sebuah poliklinik untuk menjaga kesehatan anak negeri.

From: Pandji Postaka, Vol. III 1934, p.1659

17 comments:

  1. ini dia Kutai kertanegara yang seringkali disinggung pas jaman SD klo lagi pelajaran sejarah.

    ReplyDelete
  2. Sejarahnya demikian panjang dan sudah maju, pantesan Kutai Kertanegara makmur dan menjadi referensi pembangunan daerah tingkat dua di Indonesia. Trims dah mampir Mahadma :)

    ReplyDelete
  3. hmmmm.. coba dulu waktu jaman masih sekolah aku sudah kenal yang namanya blog, mesti aku ga sulit2 buat tugas sejarah... hehehe. Trims ya tuk posting yang sangat bermanfaat ini :)

    ReplyDelete
  4. wah kapan nih aku bisa jalan2 ke tenggarong lagi, pengen ke keraton juga, hehehe...

    ReplyDelete
  5. ini baru yang namanya subur makmur gemar ripah Loh jinawi.
    terima kasih om atas sharenya, jadi Lebih mudah dibaca. hehehe...
    seLamat istirahat yah om, saLam sehat seLaLu.

    ReplyDelete
  6. tegaknya dah beganti cat nya....ndik putih lg...

    ReplyDelete
  7. kirain kemarin kotak komentarnya sedang diperbaiki, ternyata Lupa di pasang toh. tuh kan sekarang enak kaLo mau kasih komentar, enggak perLu cari-cari Lagi ke segaLa koLong. hehehe...
    terima kasih om, fasiLitasi komentarnya sudah dipasang.

    ReplyDelete
  8. menjadi bangga dengan budaya sendiri, menjadikan kita warga negara yang baik :)

    ReplyDelete
  9. jalan2 sambil menjabarkan kembali sejarah bangsa ini ya?
    good. Mengingatkan kembali ke pemuda kita tentang sejarahnya..:)

    ReplyDelete
  10. diawaLi dengan Landan agama yang diakhiri untuk kesejahteraan ummat, saat ini sudah menjadi saLah satu Pemda yang reLatif makmur.

    ReplyDelete
  11. wah jadi nambah wawasan sejarah KUTAI ni wal....thnxzzzz

    ReplyDelete
  12. Berarti Kutai sama Kartanegara tuh Ada Hubungannya ya Sob????

    bisa dibilang kutai itu zaman Hindu dan kartanegara zaman Islam, bener ga tuh Sob??

    sebelumnya maaf aku baru bisa berkunjung..... Met akhir pekan Sobat.....

    ReplyDelete
  13. trmsk kabupaten dg pendapatan ekonomi tinggi di indonesia, tfs.....

    ReplyDelete
  14. wah.. baru tahu ni.. ternyata ada hubungannya.. trims yaw.. :D

    ReplyDelete

mohon saran dan masukan dari teman teman ya

Friends Etam

Catatan Etam

Award Sahabat


http://elang-antarnusa.blogspot.com
http://myblog-blogpemula.blogspot.com
http://elang-antarnusa.blogspot.com
http://siswandoyo-muhammad.blogspot.com
http://mixedfreshinfo.blogspot.com
http://wahw33d.blogspot.com
http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com
http://gudangotak.blogspot.com
http://dj-site.blogspot.com
http://threelost.blogspot.com
http://elang-antarnusa.blogspot.com
http://opinibureto.blogspot.com
http://empatmimpi.blogspot.com
http://gieterror.blogspot.com
http://patriot-dexwa.blogspot.com
http://bojalinuxer.blogspot.com
http://www.agash.co.cc
http://sh1rleyz.blogspot.com
Suara Petualang

Umpat Etam